Sabtu, 29 Januari 2011

psikilogi perkembangan

BAB I
PENDAHULUAN
Semenjak zaman dahulu, semenjak manusia membesarkan anak keturunannya, telah dipersoalkan tentang bagaimana cara-cara mendidik anak bahkan semenjak dalm kandungan pun bayi yelah didik oleh ibunya melalui hal apa yang biasa dilakukan oleh ibunya. Bahkan dalam sebuah penelitian bayi yang ada di dalam kandungan jika dibacakan ayat Al-Qur’an, bayi tersebut akan bergerak menuju posisi sujud. Jika diambil pelajaran semenjak dalam kandungan pun kita sudah sujud kepada yang kuasa yaitu kepada Allah SWT.
Pada periode baru lahir (Neonatal) kita mulai diajarkan mendidik dengan berbagai macam pola, yang intinya pemberian kasih sayang dan perhatian terhadap bayi. Karena pasca dilahirkan fungsi alat indera pada tubuhnya belum sempurna. Bayi hanya bisa menangis ketika terjadi sesuatu pada dirinya, seperti apabila ia kehausan ia akan menangis untuk memanggil sang ibu. Apabila si bayi tidak mendapat respon kemungkinanan ia akan mengalami ganguan karena tiadak adanya perhatin. Bila keadaan anak pada masa pra-natal sudah harus diperhatikan, maka keadaannya sudah dilahirkan jelas tidak boleh dia baikan.Begitu anak dilahirkan, mulailah ia hidup bersama dengan orang-orang lain. Hal ini berarti bahwa anak mulai harus menyesuaikan dirinya dalam diluar rahim ibu. Pertama ia harus bisa bernafas sendiri melalui hidung dan paru-parunya, ia harus bisa makan melalui mulutnya, ia harus dapat melakukan pembuangan(defikasi) melalui organ-organ pembuangannya dan ia juga harus data menyesuaikan diri dengan suhu disekitarnya. Anak yang masih sangat kecil tadi membutuhkan bantuan, perhatian, dan pemeliharaan dalam rangka kasih sayang orang tua dan orang dewasa yang lain.
Faktor lain yang berhubungan dengan sifat kepribadian anak dikemudian hari adalah apa yang disebut dasar percaya dan dasar curiga terhadap dunia luar atau orang-orang lain. Orang yang mempunyai sifat dasar percaya pada orang lain beranggapan bahwa didunia ini lebih banyak orang yang baik daripada yang tidak baik. Perilaku kasih sayang pada waktu itu yang dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok hidup anak menimbulkan kepercayaan bahwa orangtua itu baik. Ia percaya bahwa kalau lapar, ia akan diberi makan, kalau ia kedinginan, akan diselimuti, kalau ia mengalami kesulitan ia dapat lari minta tolong orang tuanya. Orang tuanya dapat dipercaya dari itu orang lain juga baik.
Sebaliknya anak yang tidak disayang, mungkin karena ia tidak dikehendaki kelahirannya tidak memperoleh apa yang dibutuhkan. Seperti telah disinggung dimuka sikap hidup anak yang kekurangan kasih sayang tadi bersifat negatif, menolak orang lain, curiga pada orang lain, namun dalam hati ia sangat mendambakan kasih sayang orang lain. Seringkali kasih sayang perlu dikatakan bila orang tua akan mengarahkan atau menegur anak karena perbuatan yang tidak baik. Jelas sekali bahwa pada usia yang awal itu sikap orangtua khususnya ibu, membentuk kepribadian anak dikemudian hari. Anak yang ditelantarkan oleh ibunya mengalami apa yang disebut deprivasi emosional yang artinya kekurangan pemberian emosi kasih sayang. Deprivasi emosional ini mengakibatkan reaksi-reaksi tertentu pada anak yaitu: tidak mau menghisap (Menghisap: perilaku terpenting bagi anak yang menyusu untuk tetap hidup), Muntah-muntah, hipertensi, menjerit-jerit, sulit dan akhirnya anak kehilangan perhatian sama sekali, acuh terhadap sekitarnya. Pemberian kasih saying tadi berkaitan dengan salah satu hal yang pada waktu ini menjadi perhatian para ahli psikologi perkembangan yaitu kebutuhan anak untuk melekatkan dirinya pada orang lain.
Pada anak tingkah laku lekat atau”attachment behavior” tadi ditandai oleh menangis bila obyek kelekatannya pergi atau tidak ada dan tingkah laku senang bila obyek kelekatnya datang dan menghampirinya. Adanya kesempatan untuk dapat mengembangkan tingkah laku lekat ini adalah syarat mutlak bagi anak untuk berkembang yang sehat dan normal dan kelak mempunyai penyesuaian diri yang baik
Pembagian masa pada anak anatara lain sebagai berikut:
1. ……. Sampai dengan masa kelahiran, disebut masa prenatal (masa sebelum lahir)
2. 0;0 sampai dengan 0;2 disebut masa orok (masa bayi)
3. 0;3 sampai dengan 1.0 disebut masa anak tetek
4. 1;0 sampai dengan 2;6 disebut masa pencoba
5. 3;0 sampai dengan 4;0 disebut masa pancaroba
6. 4;0 sampai dengan 5;0 disebut pemain
Namun dalam makalah initang sangat signifikan untuk dibahahas adalah masa bayi ketika setelah dilahirkan dengan mengetahui indera apa saja yann sudah mampu berfungsi dengan maksimal. Bagaimana peranan orang tua dalam mendidik bayi tersebut. sehingga kita dapat mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan bayi.



















BAB II
PEMABAHASAN
A. NEONATAL ( PERIODE BAYI BARU LAHIR)
Masa bayi neonatal menurut kamus yang baku , merupakan permulaan atau periode agar keberadaan seabagi individu dan bukan sebagai parasit didalam tubuh ibu. Kamus juga merumuskan bayi sebagai seorang anak dalam kehidupannya yang pertama. Menurut istilah medis, bayi adalah seorang anak yang muda usianya.
Ciri-ciri bayi neonatal Masa bayi neonatal merupakan periode tersingkat dari semua periode perkembangan.Masa ini dimuali dari kelahiran dan berakhir pada saat bayi menjelang dua minggu. Periode yang tersingkat dari semua periode perkembangan yang ada. Menurut kriteria medis penyesuaian ini akan berakhir pada saat tali pusat lepas dari pusarnya.
Menurut kriteria fisilogi berakhir pada saat bayi mulai menunjukkan tanda-tanda kemajuan perkembangan perilaku. Sekalipun pada umumnya bayi menyelesaikan penyesuaian ini dalam dua minggu atau sedikit lebih cepat.
Pada masa kelahiran anak dari sang ibu merupakan peristiwa yang sangat hebat dan istimewa bagi anak, sebab kelahiran merupakan perpindahan dari kehidupan yang sangat terbatas dan sangat tenang dalam rahim ibu, kedunia yang sangat luas dan beraneka ragam suasananya. Dengan kelahiran maka berakhirlah seluruh ketergantungan jasmani anak kepada ibu. Bekal pembawaan anak dan proses pada waktu dilahirkan akan berpengaruh terhadap anak. Hal ini terbukti pada tangis pertama. Apabila kondisi fisik ibu dan anak kurang menguntungkan, tangis bayi tertahan seperti seperti sebuah keluhan dan hanya sebentar. Sebaliknya jika kondisi ibu dan bayi sehat tidak mengalami kesukaran pada waktu melahirkan. Maka suara tangis tersebut akan nyaring .
Bayi baru lahir nampaknya seperti makhluk tak berdaya yang menghabiska sebagian besar waktunya untuk tidur, makan, atau menangis tetapi teknik ekperimen baru mengatakan bahwa bayi jauh lebih respontif terhadap lingkungannya dari yagn diduga sebelumnya. Misalnya bayi yang baru beumur satu atau dua hari dapat membedakan rasa. Bahkan sedikit membingungkan bahwa bayi pun mempunyai selera manis, tetapi kalau diberikan pilihan antara air susu dengan formula susu sapi yagn lebih manis bah manis bayi jelas memilih susu ibu (Macfarlane, 1997).
Indera penciuman seorang bayi yang baru lahir telah di tes denagam cara menyajikan bau-bauan yang berbeda pada kapas dan menunjukan kepala yang telah ditolehkan dan perubahan pada detak jantung dan respirasi. Bayi sanggup menunjukan perbedaan yang sangat halus pada bau-bauan. Hanya setelah beberapa hari memperoleh pengalaman disusui. Seorang bayi akan secara tetap memalingkan kepalanya kearah bantal yang basah oleh air susu ibunya sebagai pilihannya dan bukan bantal yang basah oleh air susu ibu yang lain. Kemampuan alamiah untuk membedakan bau-bauan mempunyai nilai adaptif yang jelas membantu bayi itu menghindari bahan yang berbahaya.
Bayi yang baru lahir nampaknya menaruh minat pada suara manusia dari pada suara lain dan pada usia satu minggu mereka dapat membedakan suara ibunya dari wanita lain. Pada usia dua minggu bayi nampaknya dapat mengenal muka dan suara ibunya yang merupakan bagian dari suatu unit. Misalnya mereka memperlihatkan tanda sedih. Jika ibunya muncul dan berbicara kepada mereka dengan suara asing (dengan memakai rekaman) atau jika seseorang perempuan tak dikenalnya bebicara dengan suara ibunya.
1. Pembagian periode bayi lahir (neonatal)
Periode partunate (mulai saat kelahiran sampai antara lima belas dan tiga puluh menit sesudah kelahiran). Periode ini bermula dari keluarnya janin dari rahim ibu dan berakhir setelah tali pusar dipotong dan diikat. Sampai hal ini selesai dilakukan, bayi masih merupakan pascamatur yaitu lingkungan diluar tubuh ibu. Periode Neonate( dari pemotongan dan pengkatan tali pusar sampai akhir mingggu kedua dari kehidupan pascamatur). Sekarang bayi adalah inidividu yang terpisah, mandiri dan tidak lagi merupaakan parasit. Selama periode ini bayi harus mengadakan penyusuaian pada lingkungan baru diluar tubuh ibu.
Masa Bayi Neonatal Merupakan Masa Terjadinya Penyesuaian yang radikal
Meskipun tentang kehidupan manusia secara resmi dimulai pada saat kelahiran. Kelairan merupakan suatu gangguan pada pola perkembangan yang dimulai pada saat pembuahan. Ini adalah suatu peralihan dari lingkungan dalam ke lingkungan luar. Seperti halnya semua peralihan diperlukan penyesuaian dari bayi. Bagi beberapa bayi penyesuaian mudah dilakuakn , namun bagi bayi lain terasa sulit dan mengalami kegagalan. Miller mengatakan dalam seluruh kehidupannya, tidak pernah terjadi perubahan lokasi yang sangat menyeluruh.
Masa Bayi Neonatal Periode Yang Berbahaya
Masa bayi neonatal merupakan periode yang berbahaya, baik secara fisik maupun psikologi. Secara fisik periode ini berbahaya, karena sulitnya mengadakan penyesuaian diri secara radikal yang terpenting pada lingkungan yang sangat baru dan sangat berbeda. Secara psikologi, masa bayi merupakan saat terbentuknya sikap dari orang-orang yang berarrti bagi bayi.
Periode bayi baru lahir (neonatal) terdiri dari :
a. Perbedaan individual dalam tingkat kegiatan
b. Tindakan yang responsive
c. Mood (keadaan perasaan) pada umumnya
d. Mempunyai sifat aktif dalam setiap gerakan yang dilakukan
2. Berbagai Adaptasi Yang Harus Di Lakukan Oleh Bayi Neonatal
Banyak dokter psiklogi dan seniman berspekulasi mengenai arti peristiwa kelahiran. Kelahiran merupakan suatu drama penjebolan “secara drastis, disertai dengan perubahan-perubahan kondisi/ psiko-fisik secara radikal revolusioner dan seorang bayi .
Penyesuaian Bayi Neonatal
Didalam rahim suhunya tetap, yaitu 100°F, sedangkan dirumah sakit atau diumah berkisar 60°sampai 70°F.Kalau tali pusar diputus, bayi mulai harus bernapas sendiri. Menghisap dan menelan. Sekarang bayi harus memperoleh makanan dengan jalan menghisap dan menelan, tidak lagi memeperolehnya melalui tali pusar. Refleksi-refleksi ini belum berkembang sempurna pada waktu lahir dan bayi seringkali tidak cukup memperoleh makanan yang diperlukan sehingga berat badanya menurun.
Alat-alat pembuangan bayi mulai berfungsi segera setelah dilahirkan, sebelumnya pembuangan dilakukan melalui tali pusar. Indikasi kesulitan penyeseuaian terhadap kehidupan pascanatal.
Karena adanya kesulitan untuk menghisap dan menelan, bayi yang baru lahir biasanyamengalami penurunan berat badan dalam minggu pertama. Pada hari pertama atu kedua hidup pascanatal, semua bayi menunjukkan perilaku yang relative tidak teratu, seperti ketidak teraturan dalam bernapas, sering kencing dan berak, berdesah dan muntah. Hal ini sebagian disebabkan karena adanya tekanan pada otak selama persalinan yang mengakibatkan keadaan pingsan dan sebagian karena keadaan susunan saraf otonom yang kurang berkembang yang mengendalikan keseimbangan tubuh.
Bahkan hingga sekarang ini, tingkatan kematian bayi selama dua hari pertama pascanatal cenderung tinggi. Kematian itu disebabkan banyak factor yang berbeda.Dalam persalinan alamiah, posisi dan besarnya janin dalam hubungannya dengan alat-alat reprodukasi ibu mempermudah bayi lahir, secara normal, dengan posisi kepala dibawah.
Dalam persalinan sungsang, bokong keluar lebih dulu disusul oleh kaki dan akhirnya baru kepala.Posisi janin melintang dalam rahim ibu. Dalam hal ini harus dipergunakan alat-alat untuk persalinan kecuali kalau posisi janin dapat berubah sebelum proses kelahiran mulai.Kalau janin terlampau besar sehingga tidak dapat keluar secara spontan atau kalau posisi sedemikian rupa sehingga tidak memungkinkan persalinan normal, harus dipergunakan alat untuk membantu persalinan.
Lamanya Periode Kehamilan kondisi keempat yang mempengaruhi penyesuaian bai pada pascanatal adalah panjangnya periode kehamilan. Sedikit sekali bayi dilahirkan tepat 280 hari setelah terjadi pembuahan. Mereka yang dilahirkan sebelum waktunya dikenal sebagai bayi-bayi premature dirumah sakit sering disebut sebagai preemies sedangkan yang lahir terlambat dikenal sebagai postmatur, atau bayi postterm.
Beberapa tanggapan yang umum yang tampak selama periode neonatal berupa penglihatan yang menatap pada cahaya, gerakan mata yang spontan,cucuran air mata. Tanggapan yang berhubungan dengan makan seperto gerak lidah, pipi, dan bibir,menghisap jari, menguap, tersedak, gerakan mulut yang berirama, mengerutkan kening dan alis, menggerakkan tubuh, menghentakan tubuh, gerakan tangan dan lengan, menendang-nendang, gerakan tungkai dan kaki. Semua gerakan ini tidak terkoordinasi, tidak terumu dan tan tiadak bertujuan. Gerakan ini merupakan dasar bagi perkembangan gerakan sangat terkoordinasi dan terampil sebagai proses belajar.
Vokalisasi Bayi, vokalisasi bayi neonatal dapat dibagi dalam 2 kategori yaitu suara tangis dan suara yang eksplosit. Selama masa neonatal dan bulan pertama dari masa bayi, tangis merupakan bentuk suara yang menonjol. Suara eksplosit adalah jenis suara yang lebih penting karena akhirnya mengembangakan kemampuan berbicara. Menangis dimilai pada saat lahir atau segera sesudah dilahirkan kadang dalam pesalinan yang panjang dan sulit. Janin akan menangis sekalipun masih berada didalam uterus. Menangis sebelum dilahirkan jarang terjadi dan berbahaya, karena selalu ada kemungkinan janin akan tersumbat oleh cairan didalam rahim. Menangis pada waktu lahir merupakan gerak refleksi murni yang terjadi ketika udara masuk kedalam tali suara yang menyebabkan tali suara bergerak dan tujuannya untuk memompa paru-paru sehingga pernapasan dan memeberikan oksigen yang cukup untuk darah. Ostwald dan Pehzman melaporkan bahwa 4 suara permulaan bayi dipengaruhi oleh jenis obat bius yang diberikan kepada ibunya dan tepatnya tali pusar menjepit setelah dilahirkan. Dan ada beberapa macam tangisan bayi secara terbata dapat diketahui apa yang dikehendaki bayi.
Ostwald Menguraikan Nilai Social dan Tangisan Bayi
Tangisan bayi merupakan perilaku dari ketergantungan total pada satu makhluk yaitu ibu yang hamil pada kemungkinan berkomunikasi dengan sekelompok manusia didalam lingkungan kelangsungan hidup manusia sampai tingkat tertentu bergantung pada kewajaran keluarnya bayi dan tanggapan ibu yang tepat terhadap tangisan bayi. Semakin keras tangisnya semakin meluas aktifitasnya dan merupakan petunjuk bahwa bayi membutuhkan perhatian jadi hal itu merupakan bentuk bahasa. Suara eksplosit bayi neonatal kadang mengeluarkan suara eksplosit seperti napas yang berat. Suara merupakan ucapan tanpa arti atau tujuan dan terjadi secara kebetulan kalau otot-otot suara mengerut. Biasanya bunyi-bunyi itu disebut dekatan, degukan atau dengkuran. Bunyi-bunyi ini diperkuat dan berkembang menjadi ocehan yang selanjutnya berkembang menjadi bicara.
Kepekaan, kriteria terbaik yang dapat digunakan untuk menentukan ada atau tidaknya kemampuan sensorik adalah reaksi adalah reaksi motorikterhadap rangsangan sensorik yang biasanya terjadi bila alat-alat sensorik dirangsang. Akan tetapi, seringkali sulit menentukan apakah reaksi motorik itu terjadi karena rangsangan atau bagian dari aktifitas menyeluruh yang umum. Tidak adanya reaksi juga tidak harus berarti tidak adanya kepekaan itu hanya berarti rangsangan yang dipergunakan terlampau lemah untuk dapat membangkitkan reaksi intensitas dari rangsangan sangat mempengaruhi reaktivitas bayi pada berbagai rangsang sensorik.
Kesadaran, menurut James, kesadaran lebih menyerupai kebingungan yang berkembangan dan mendengung. Semua bayi mengalami semacam kekacauan pada hari-hari pertama dan kedua setelah dilahirkan. Ini berati bahwa mereka tidak sepenuhnya menyadari tentanfg apa yang terjadi disekitarnya. Lambat laun setelah kegoncangan kelahiran mereka dan alat-alat indera mulai berfungsilebih baik, mereka lebih sadar akan dunia sekitarnya.
Bayi premature memerlukan waktu yang lebih lama untuk menyesuaikan diri pada bayi yang cukup umur yang mengalami kesulitan dalam kelahiran. Akibatnya mereka memerlukan waktu lebih lama untuk menyadarinya apa yang terjadi disekitar mereka.
Kemampuan Belajar, untuk belajar, individu harus menyadari apa yang diharapkan harus dilakukan. Lagipula otak dan saraf harus cukup berkembang untuk memungkinkan proses belajar. Kondisi demikian belum terdapat pada bayi neonatal terutama dalam sehari-hari pertama dari kehidupan pascanatal. Bayi neonatal seringkali tidak mampu melakukan bentuk belajar yang sangat sederhana biasanya atau belajar melalui asosiasi. Kecuali situasi makan, reaksi yang berupa kebiasaan sulit diperoleh.
Emosi Bayi Neonatal, Reaksi emisional hanya dapat diuraikan sebagai keadaan menyenangkan dan tidak menynangkan. Yang pertama ditandai oleh tubuh yang tenang dan yang kedua ditandai oleh tubuh yang tegang. Ciri yang menonjol dari keadaan emosi adalah tidak adanya tingkatan reaksi yang menunjukkan tingkat intensitas yang berbeda.
Permulaan Kepribadian anak-anak dilahirkan dengan perbedaan sifat yang karateristik yang tercermin dalam tingkat aktivitas dan kepekaan.. Dari perbedaan ini akan berkembang pola kepribadian individual. Thomas dkk mengatakan pentingnya hubungan timbal balik antara matangnya sifat-sifat turunan dari pengalaman dalam perkembang kepribadian, jadi kalau kedua efek selaras, dapat diharapkan perkembangan anak yang sehat, kalau tidak serasi hamper selalu dapat dipastikan timbulnya perilaku yang mengundang masalah. Misalnya lingkungan prenatal yang terganggu karena ibu menderita sakit keras atau mengalami tekanan dalam waktu yang lama, dapat menyebabkan perubahan pada pola perilaku bayi neonatal. Gangguan seperti ini sangat penting terutama kalau terjadi pada bagian akhir kehidupan intrautering dapat menyebabkan keadaan hiperaktif dan sifat cepat pada bayi. Bukti yang menunjukkan bahwa trauma kelahiran atau goncangan psikologi yang terjadi pada saat bayidipisahkan dari ibunya, dapat menimbulkan akibat yang tetap ada pada kepribadian sepertiapa yang dikatakan oleh Rank, namun ada bukti yang menunjukkan bahwa bayi yang dipisahkan dari ibunya setelah kelahiran tidak dapat mengadakan peyesuaian diri pada kehidupan pascanatal sebaik bayi yang tetap tinggal bersama ibunya. Periode bayi neonatal merupakan salah satu dari periode yang paling berbahaya dalam rentang kehidupan. Bahaya dalam periode ini mungkin fisik, psikologis, atau kedua-duanya dan dapat mempengaruhi penyesuaian diri saat ini dan masa depan. Secara psikologis masa terhentinya perkembangan berbahaya karena dapat menyebabkan orangtua menjadi cemas dan takut tentang perkembangan anak, perasaan-perasaan yang dapat tetap ada dan mengakibatkan sikap yang sangat melindungi ditahun-tahun kemudian.
B. KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN BAYI
1 Kehidupan Fisis Bayi
Salah seorang ahli psikologi mengadakan peneyelidikan dalam hal ini, ialah Charlote Buhler. Dari penyelidikannya, yang dilakukan dalam kehidupan fisis, hasil-hasilnya adalah:
a. Detak jantung, Tentang detak jantung, dikatakan bahwa waktu lima bulan sebelum kelahirannya, jantung si bayi sudah berdetak sebanyak 150 kali/menit. Pada waktu lahir menurun tinggal 130 kali/menit. Demikian terus menerus sehingga pada waktu berumur 2 tahun, tinggal 80/menit.
b. Pernapaan,Tentang pernapasan si bayi, pada waktu dalam kandungan, tentu tidak mungkin si bayi bernapas dengan paru-paru, tetapi telah mengerakkan dadanya. Pada saat kelahiran, ia mulai memerlukan zat asam. Demikian anak itu lahir, maka cairan di dalam hidung dan telinganya mulai keluar. Dan sejak itu paru-paru si anak mulai melakukan fungsinya. Tarikan nafas yang pertama, terjadi pada saat si anak itu menangis untuk yang pertama kali.
c. Makan dan minum, Tentang makanan dan minuman. Dorongan untuk makan dan minum, telah di bawa si bayi sejak lahir. Gerak menyerap pada si bayi pun mulai segera dapat berfungsi. Keteraturan antara gerak penyerapan dan pernapasan segera dikuasai tanpa menjumpai kesukaran.
d. Pembuangan kotoran, Tentang pembuangan kotoran, dikatakan organ-organ untuk itu terdiri atas gerak-gerak refleks, yang telah berjalan dengan baik sejak dalam kandungan. Tekanan pada usus besar menegangkan urat radial dan perut besar, maka lubang usus terbuka. Keluarnya kotoran menyebabkan lemasnya urat-urat radial kembali, dan ini menyebabkan lubang tertutup.
2 Perkembangan alat indera bayi
a. Perkembangan penglihatan, pada umumnya anak yang baru lahir, belum dapat menerima rangsangan. Matanya terbuka dan berkedip otomatis dengan gerakan refleksif, tapi sebenarnya belum dapat menerima rangsangan cahaya. Baru pada bulan ketujuh, si bayi dapat mengikuti sesuatu yang di dekat matanya, dengan memalingkan kepalanya.
b. Perkembangan pendengaran, hanyan dengan waktu kurang lebih 2 jam sesudah lahir, si bayi sudah bisa mendengar. Yaitu sejak cairan yang berasal dari lubang telinga, keluar. Ini dapat dilihat bahwa ia telah dapat mereaksi terhadap getaran suara. Sekalipun reaksinya itu belum mengandung arti tertentu. Kepekaan menerima rangsangan suara
c. Perkembangan perasa kulit, kepekaan menrima rangsangan kulit, terdapat apda bibir dan telapak kakinya. Anak lebih peka terhadap rangsangan dingin dari pada panas.
d. Perkembang pembau, terhadap rangsangan bau lembut anak mereaksi positif dan bau keras anak meraksi negative, denagn memalingkan kepalanya.
e. Perkembangan perasa lidah, dalam perkembangan perasa lidah, si bayi tidak jauh berbeda dengan keadaan orang dewasa. Anak pada umumnya lebih menyukai rasa manis dari pada asin.
C. AKTIVITAS BAYI
Kegiatan atau aktivitas bayi yang sering dilakukan apda waktu bayi antara lain:
1 Tidur dan Gerakan Bayi
Sebagian besar kegiatan bayi pada umumnya adalah dipergunakan untuk tidur, baik siang atau malam hari. Ch. Buhler Berpendapat bahwa:

Pada umur 0;0 tidur bayi mencapai 21 jam.
1;0 tidur bayi mencapai 13 jam dan selebihnya untuk mengadakan gerakan
Pendapat lain mengatakan bahwa:
Umur 0;0 lama tidur bayi 20 jam
1;0 lama tidur bayi 12 jam
2 Perkembangan Pengamatan
Perkembangan pengamatan anak, sebenarnya suatu yang cukup kompleks juga sebab asalnya belum mampu mengamati sesuatu objek dengan bagian-bagiannya, pengamatan masih baru, ia menangkap stimulus dengan kesan keseluruhan. Belum terpisah atas bagian-bagiannya.
Alat pengamat bagi bayi seorang anak biasanya secara berurutan dapat disebutkan:
0;0 – 0;3 mengamati dengan mulut
0;3 – 0;6 mengamati dengan mulut dan tangan
0;6 – keatas = mulut, tangan dan mata
Pengamatan dan penguasaan lingkungan atau ruangan bagi bayi ada memiliki tahapan, Wiliam Stem menjelaskan hal tersebut sebagai berikut:
1 Uhraum (0;0 – 0;6) pengamatan awal terbatas pada dirinya sendiri
2 Nahraum (0;6 – 1;0) pengamatan dekat atau ruang yang sempit
3 Ferareum (1;0 – keatas pengamatan dan penguasaabn ruang lingkup lebih jauh.






BAB III
KESIMPULAN


Dari beberapa uraian yang sudah ada maka dapat di simpulkan hal-hal sebagai berikut:
1 Bayi adalah seorang anak yang muda usianya, Masa bayi neonatal merupakan periode tersingkat dari semua periode perkembangan. Masa ini dimuali dari kelahiran dan berakhir pada saat bayi menjelang dua minggu.
2 Masa bayi neonatal merupakan periode yang berbahaya, baik secara fisik maupun psikologi. Secara fisik periode ini berbahaya, karena sulitnya mengadakan penyesuaian diri secara radikal yang terpenting pada lingkungan yang sangat baru dan sangat berbeda
3 Periode bayi baru lahir (neonatal) terdiri dari :
a) Perbedaan individual dalam tingkat kegiatan
b) Tindakan yang responsive
c) Mood (keadaan perasaan) pada umumnya
d) Mempunyai sifat aktif dalam setiap gerakan yang dilakukan
4 Karaketristik perkembangan bayi mencakup perkembangan alat indera dan kegiatan lain yang mencakup gerak tubuh









DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu Psikologi Perkembangan Rineka Cipta: Jakarta, 1991
Sujanto Agus, Psikologi Perkembangan Rineka Cipta: Surabaya, 1996
Kartono Kartini, Psikilogi Anak,Mandar Maju: Bandung ,2007
Kasiram Moh., Ilmu Jiwa Perkembangan,Usaha Nasional: Surabaya , 1983
Atkinson Rital. dkk, Pengantar Psikologi, Erlangga: Jakarta, 1983

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar