Sabtu, 29 Januari 2011

Bussines Plan

DAFTAR ISI
I. Latar Belakang
A. Latar Belakang Pendirian Usaha
B. Persaingan
C. Peluang Usaha
D. Resiko usaha
E. Upaya untuk mengatasi resiko usaha
F. Fasilitas yang dmiliki
G. Prospek Usaha dimasa yang akan datang
II. Identitas Pemilik
III. Data Perusahaan
IV. Aspek Produksi
A. Jenis produk
B. Mesin Produksi
C. Peralatan Produksi
D. Kapasitas Produksi
E. Sumber Bahan Baku
F. Perizinan Produksi
V. Aspek Pemasaran
A. Kebijakan pemasaran
B. Sistem Distribusi
C. Sistem Pembayaran
D. Konsumen sasaran
E. Wilayah pemasaran
F. Penguasaan pasar
G. Segmentasi pasar
H. Keuntungan rata-rata dari penjualan
VI. Aspek Keuangan
A. Investasi
B. Modal Kerja
C. Pengelompokan investasi dan modal kerja
I. Latar Belakang
A. Latar Belakang Pendirian Usaha
Indonesia adalah negara kepulauan (archipelagic state) terbesar di dunia. Sebagian besar wilayah Indonesia berupa perairan dengan luas wilayah laut mencapai 5,8 juta km2 dan garis pantai sepanjang 81.000 km. Potensi perairan tersebut dapat menghasilkan ± 6,7 juta ton ikan per tahun. Produk Domestik Bruto (PDB) selama periode 2000-2003, sub sektor perikanan meningkat sebesar 26,04 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan peningkatan PDB total yang sebesar 12,14 persen (DKP, 2004). Oleh sebab itu, perikanan merupakan sub sektor yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam pembangunan di Indonesia.
Dari hasil perikanan tersebut salah satu diantara produk olahan ikan adalah abon ikan. Abon merupakan produk olahan yang sudah cukup dikenal luas oleh masyarakat. Abon ikan adalah jenis makanan olahan ikan yang diberi bumbu, diolah dengan cara perebusan dan penggorengan. Produk yang dihasilkan mempunyai bentuk lembut, rasa enak, bau khas, dan mempunyai daya awet yang relatif lama seperti halnya produk abon yang terbuat dari daging ternak. abon ikan cocok pula dikonsumsi sebagai pelengkap makan roti ataupun sebagai lauk-pauk.
Melihat dari pandangan di atas tersebut, kemudian saya berencana membuka usaha kecil di bidang Pengolahan Abon Ikan Gabus (Iwak Rabuk Haruan dalam bahasa Banjar).
Adapun alasan saya mengambil ikan Haruan (gabus) sebagai bahan baku utama pengolahan rabuk (abon) adalah bahwa menurut penelitian, Ikan gabus atau iwak haruan mengandung kadar protein tinggi dan sangat bagus bagi:
1.Penderita kurang Protein dalam darah atau dikenal dengan istilah hipoalbuminemia
2. Penderita HIV/ AIDS
3. Dikonsumsi untuk memenuhi Gizi bagi Balita untuk mendukung pertumbuhan
4. Penyembuhan Penderita Luka
5. Penderita Post Operatif atau bagi orang yang selesai menjalani operasi
6. Status Gizi penderita tuberculosis
7. Proses penyembuhan pada stroke
8. Kadar albumin, hemoglobin dan status gizi lansia
9. Serta Proses penyembuhan pada penderita luka bakar Asam amino dan lemak yang diketahui dapat menyembuhkan luka dalam perut serta amat baik untuk mengobati penyakit gastrik, terdapat pada ikan haruan atau gabus. Adapun haruan tersebut harus haruan hidup di alam yang hidup secara liar dan bukan haruan yang ditambak atau dibudidayakan.

Lokasi usaha saya ini bertempat di Desa Pela kec. Kota Bangun yang berdekatan dengan Danau Melintang dan Danau Semayang. Danau tersebut dijadikan pula sebagai sumber mata pencaharian Perikanan bagi penduduk Desa Semayang Kenohan dan Desa Pela. Sehingga mempermudah mendapatkan ikan gabus sebagai bahan baku utama.

B. Persaingan
Di tengah banyaknya variasi produk olahan ikan, abon ikan merupakan salah satu produk yang bagus untuk dikembangkan. Sejauh ini persaingan antara pengusaha abon ikan belum dirasakan menjadi kendala. Apalagi di daerah sekitar lokasi tempat rencana usaha saya belum ada yang mendirikan usaha abon ikan. Sehingga tak ada kendala dalam persaingan usaha ini.

C. Peluang Usaha
Karena tak ada kendala yang besar dalam persaingan usaha ini, maka peluang pasar abon ikan bisa dikatakan masih sangat besar. Oleh karena itu, kondisi ini merupakan suatu peluang bagus, di tambah dengan adanya konsumen yang banyak menyukai abon ikan gabus dan didukung lokasi yang mendukung lancarnya proses produksi ini. Selain hal tersebut dalam usaha abon masih relatif sederhana dan tak memerlukan permodalan yang sangat besar.

D. Resiko Usaha
Perubahan pendapatan nelayan terhadap ikan gabus yang bisa menurun akibat perubahan iklim dapat mengakibatkan mengurangnya hasil produksi abon ikan. Apalagi ikan gabus yang saya gunakan adalah ikan gabus yang berasal dari alam, bukan hasil budidaya di kolam sehingga dijamin asli kandungan Proteinnya.

E. Upaya untuk mengatasi resiko usaha
Saya akan selalu memperhatikan pendapatan para nelayan terhadap ikan gabus dan bekerjasama dengan pengusaha ikan (penangkolak) disekitar lokasi untuk selalu dapat memberikan atau menyiapkan ikan gabus yang sesuai dengan jumlah yang kami perlukan dalam pengolahan abon ikan gabus. Sehingga tak ada kendala dalam perjalanan produksinya.

F. Fasilitas yang dimiliki
Proses pembuatan abon ikan relatif mudah sehingga bisa langsung dikerjakan oleh beberapa pekerja. Peralatan yang dibutuhkan pun relatif sederhana sehingga untuk memulai usaha ini relatif tidak memerlukan biaya investasi yang besar. Oleh sebab itu, usaha pengolahan abon ikan ini bisa dilakukan dalam skala usaha kecil. Hal ini membuat usaha ini sangat berpotensi untuk dikembangkan di wilayah yang memiliki sumberdaya perikanan laut yang melimpah. Pemakaian peralatan semi-mekanis hanya untuk proses penggilingan, pemarutan dan pengepresan yaitu berupa : mesin giling, mesin parutan, dan mesin pengepres.
Kemudian saya juga mempunyai ruangan rumah yang cukup besar dan panjang sehingga sebagian rumah bagian belakang dapat dijadikan pabrik pengolahan abon ikan yang diantaranya sebagai ruang produksi, ruang pencucian, ruang mesin dan ruang peralatan produksi. Kemudian sebagian depan rumah dijadikan sebagai kantornya. Ditambah lokasi yang letaknya di desa pela yang berdekatan dengan danau Melintang dan Semayang. Sehingga mempermudah biaya dalam mencari dan membeli ikan gabus.

G. Prospek usaha dimasa yang akan datang
Usaha abon ikan ini pada awalnya didirikan masih bersifat relatif sederhana. Sehingga dengan selalu mempertahankan kualitas dan kuantitasnya serta semakin banyak bertambahnya konsumen dan pemesanan maka usaha ini makin diusahakan akan menjadi besar dengan membuka cabang-cabang distribusi sendiri dibeberapa wilayah untuk mempermudah distribusi dan pemesanan secara cepat kepada pedagang besar dan eceran/perantara.

II. Identitas Pemilik
Nama : M. Al Amin
TTL : Pela, 11 Agustus 1988
Alamat Rumah : Desa pela RT.VII kec. Kota Bangun
No telp/HP :
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status : Belum kawin
Pendidikan Terakhir : STAIN Samarinda
Kursus yang pernah diikuti : Kursus komputer

III. Data Perusahaan
Nama Perusahaan : Untung Berkah
Alamat Kantor : Desa Pela, RT. VII kec. Kota Bangun
No. Telepon :
Bidang Usaha : Agroindustri
Badan Usaha : Perseorangan
Bank : BRI
IV. Aspek Produksi
A. Jenis Produk
Usaha ini termasuk agroindustri yaitu usaha pengolahan dari hasil alam. Adapun jenis barang yang diproduksi adalah Abon ikan gabus yang sudah siap untuk dikonsumsi dan dipasarkan melalui pedagang besar dan pedagang eceran serta dapat dibeli langsung oleh konsumen terdekat lokasi pabrik.

B. Mesin Produksi
Pada umumnya pekerjaan ini lebih mengutamakan kepada tenaga kerja manusia. Sehingga mesin yang digunakan relative sederhana. Adapun mesin produksi yang digunakan yaitu :
1. Mesin giling, yang digunakan dalam menggiling ikan
2. Mesin parutan, yang digunakan untuk memarut kelapa
3. Mesin pengepres, yang digunakan untuk membuang air daging ikan setelah direbus dan yang telah digoreng.

C. Peralatan produksi
Peralatan yang digunakan dalam proses produksi antara lain:
1. Badeng, Alat ini digunakan sebagai wadah dalam proses perebusan daging ikan.
2. Wajan dan sodet, Alat ini digunakan pada proses penggorengan abon ikan dan bawang merah.
3. Tungku, Alat ini digunakan sebagai tempat pembakaran kayu bakar selama proses perebusan daging ikan serta penggorengan abon ikan dan bawang merah.
4. Pisau, Alat ini digunakan untuk menyiangi dan memotong ikan, serta mengupas dan mengiris bawang.
5. Tampah, Alat ini digunakan sebagai tempat mencampur bumbu dengan daging ikan yang telah dicabik-cabik.
6. Garpu besar, Alat ini digunakan untuk mencabik dan menghaluskan abon yang telah digoreng dan direbus.
7. Baskom plastik besar, Alat ini digunakan sebagai wadah selama pencucian ikan.
8. Baskom plastik kecil, Alat ini digunakan sebagai tempat bumbu-bumbu yang akan dicampurkan.
9. Saringan kelapa, Alat ini digunakan untuk menyaring santan kelapa.
10. Plastik kemasan (ukuran 100 g dan 200 g) yang digunakan untuk mengemas produk abon ikan siap jual.
11. Sealer yang digunakan sebagai alat pengemas
12. Timbangan duduk dan timbangan gantung, Alat ini digunakan untuk menimbang bahan-bahan pembantu dan abon ikan yang akan dikemas.
13. Ayakan (Tray), Alat ini digunakan untuk meniriskan daging ikan yang telah direbus.
14. Lemari penyimpanan (Etalase), Alat ini digunakan sebagai tempat menyimpan abon ikan yang telah dikemas.

D. Kapasitas Produksi
Rata-rata kapasitas produksi yang dihasilkan adalah 50 kg perhari sesuai dengan permintaan pasar.

E. Sumber Bahan Baku
Sumber bahan-bahn baku yang digunakan dalam pembuatan abon ikan dengan hasil 50 kilo. antara lain:
- Daging ikan gabus 100 kilo,
- Bawang merah 5 kilo
- Bawang putih 3 kilo
- Gula pasir 2 kilo
- Garam 700 gram
- Ketumbar 500 gram
- Kelapa 25 butir
- Serai 1 ikat
- Laos 300 gram
- Jahe 300 gram
- Merica 250 gram
- Minyak goreng 2 liter
Adapun proses pembuatannya antara lain :
1. Penyiangan, ikan disiangi yaitu pada bagian isi perut dan kepala, bila perlu dipotong-potong untuk memudahkan pengukusan kemudian dicuci sampai bersih.
2. Pengukusan, ikan dikukus sampai matang untuk memudahkan pengambilan daging dan memisahkan dari tulang dan duri, kemudian ditumbuk / dimemarkan hingga menjadi suwiran-suwiran / serpihan daging ikan.
3. Pemberian Bumbu, Bumbu-bumbu yang dihaluskan, kemudian dicampurkan dengan yang telah disuwir-suwir hingga merata.
4. Penggorengan, Daging ikan yang telah dicampur dengan bumbu kemudian digoreng dengan minyak, bisa juga menggunakan santan kelapa yang kental. Aduk-aduk sampai kering (terasa ringan bila daging diaduk-aduk) dan berwarna kuning kecokelatan.
5. Pengepresan, Abon yang sudah matang dimasukkan ke alat pengepres abon sampai minyaknya tuntas, kemudian diambil dengan menggunakan garpu.
6. Pengemasan, abon yang sudah jadi dikemas dalam kemasan yang telah ada.


F. Perizinan Produksi
Dalam menjalankan usaha tak terlepas dari perizinan usaha yang harus dimiliki. Sehingga diperlukan beberapa surat izin antara lain : Surat Izin Usaha Pengolahan (SIUP), P-IRT dari Departemen Kesehatan, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), badan hukum KUB, dan Sertifikat Halal. Masa berlaku masing-masing surat izin tersebut bervariasi. Total biaya perizinan yang dibutuhkan adalah kira-kira sebesar Rp 2.000.000.-

V. Aspek Pemasaran
A. Kebijakan Pemasaran
Sesuai dengan konsep pemasaran, kebijakan pemasaran yang akan kami laksanakan meliputi harga, promosi dan sistem pelayanan. Kebijakan yang akan kami lakukan adalah sebagai berikut:
1. Harga
Sebagai pengusaha baru, saya menetapkan dua harga yaitu ada yang harganya Rp. 20.000.-/bungkus dengan berat 100gram (1ons), dan harga Rp.40.000.-/bungkus dengan berat 200gram (2ons). Jadi, 1 kilo harganya Rp. 200.000.-/kilo (belum termasuk ongkos kirim dalam pemesanan)
2. Promosi
Promosi dilaksanakan pada awal dibuka usaha yaitu pemasangan spanduk, iklan pemesanan melalui internet, menyebarkan brosur-brosur, dan promosi langsung ketempat-tempat pedagang besar serta dengan cara lainnya.
3. Sistem Pelayanan
Kebijakan yang akan kami pakai adalah sistem pelayanan yang baik dan menguntungkan. Pelayanan baik dapat berupa pemesanan dapat melalui telepon, internet dan pengantaran langsung ketempat (khusus distribusi atau pedagang eceran). Menguntungkan dalam arti antara konsumen dan produsen saling menguntungkan.
Saya berharap dengan kebijakan pemasaran ini dapat membuat usaha saya berkembang lebih maju.

B. Sistem Distribusi
Sistem distribusi yang kami jalankan pada umumnya melalui pegadang besar dan eceran. Sedangkan konsumen yang dekat dengan lokasi pabrik dapat membeli secara langsung. Adapun pemesanannya ialah para konsumen dapat langsung datang ke kantor kami, memesan melalui telepon maupun internet. Apabila usaha ini bertambah maju maka diusahakan untuk mendirikan cabang-cabang diwilayah tertentu untuk mempermudah pelayanan konsumen dan perluasan wilayah pendistribusian produksi.

C. Sistem Pembayaran
Konsumen dapat membayar secara langsung dikantor, melalui bank atau pembayaran 50% dahulu sebagai uang muka dan sisanya setelah barang sampai. Pembayaran dapat pula sesuai kapan datangnya barang maupun perbulan sesuai perjanjian yang disepakati. Khusus untuk penjualan partai kami beri potongan harga sesuai kesepakatan.

D. Konsumen Sasaran
Produksi ini umumnya dipasarkan ke konsumen pedagang besar dan pedagang eceran. Sedangkan konsumen yang dekat dengan lokasi pabrik dapat membeli secara langsung.

E. Wilayah Pemasaran
Seluruh wilayah Kalimantan Timur khususnya dan wilayah provinsi lain pada umumnya serta berusaha mendirikan cabang-cabang distribusi sendiri sesuai dengan perkembangan dan kemajuan usaha kedepannya.

F. Penguasaan Pasar
Dengan belum adanya pesaing dalam usaha ini, maka penguasan pasar dapat dikendalikan dengan mempertahankan pelayanan yang baik dan menguntungkan.

G. Segmentasi Pasar
1. Segmentasi Geografis
Wilayah Samarinda khususnya dan wilayah luar lain pada umumnya
2. Segmentasi Demografik
Semua kalangan masyarakat baik pedagang maupun para konsumen umum.
3. Segmentasi Psikografik
Usaha untuk memenuhi gaya hidup dan kepribadian
4. Segmentasi Tingkah Laku
- Manfaat, untuk mempermudah mendapatkan lauk pauk sebagai pelengkap makan.
- Kesetiaan, untuk selalu memberikan layanan produk kebutuhan konsumen dibidang konsumsi setiap hari.

H. Keuntungan Rata-rata Dari Penjualan
Penjualan produk abon ikan ialah Rp. 20.000.- dengan berat 100gram dan 40.000.- dengan 200gram. Sehingga hasil berat produk dalam 1 kilo adalah 200.000.- sedangkan produksi perhari adalah 50 kg atau mencapai Rp. 10.000.000.- dikurangi dengan biaya bahan baku harian dan gaji karyawan sebesar Rp. 258.000 + Rp 140.000/ 7 orang karyawan adalah Rp. 398.000.-
Jadi keutungan rata-rata dari penjualan ialah hasil produksi dikurang dengan biaya bahan baku dan bahan tambahan, yaitu : Rp. 10.000.000 – Rp. 398.000 = RP. 9.602.000.-/hari (belum termasuk biaya pemerosotan mesin dan transportasi serta lainnya).

IV. Aspek Keuangan
A. Investasi
• Mesin produksi :
- Mesin giling = Rp. 700.000.-
- Mesin parutan = Rp. 800.000.-
- Mesin Pengepres = Rp. 15.000.000 +
Rp. 16.500.000.-

• Peralatan produksi :
- Badeng = Rp. 250.000.-
- Wajan = Rp. 125.000.-
- Sodet = Rp. 25.000.-
- Tungku = Rp. 40.000.-
- Pisau = Rp. 10.000.-
- Tampah = RP. 40.000.-
- Garpu besar = Rp. 5.000.-
- Baskom plastic besar = Rp. 35.000.-
- Baskom plastic kecil = Rp. 20.000.-
- Saringan kelapa = Rp. 20.000.-
- Plastik kemasan = Rp. 6.000.-
- Sealer pengemasan = Rp. 250.000.-
- Timbangan duduk = Rp. 425.000.-
- Timbangan gantung = Rp. 195.000.-
- Ayakan = Rp. 50.000.-
- Lemari Etalase = Rp. 1.000.000.- +
= Rp. 2.496.000.-
• Perizinan produksi = Rp. 2.000.000.-
B. Modal Kerja
• Bahan baku utama
- Harga 1 kilo ikan gabus = Rp. 18.000.-
Rp. 18.000 X 10 kilo = Rp. 180.000.-
• Bahan baku pembantu
- Bawang merah 1 kilo = Rp. 24.000.-
- Bawang putih 1 kilo = Rp. 30.000.-
- Gula pasir 1 kilo = Rp. 10.000.-
- Garam 1kilo = Rp. 5.000.-
- Ketumbar 1 kilo = Rp. 40.000.-
- Kelapa 25 butir = Rp. 62.500.-
- Serai 1 ikat = Rp. 1.000.-
- Laos 1 kilo = Rp. 15.000.-
- Jahe 1 kilo = Rp. 30.000.-
- Minyak goring 2 liter = Rp. 20.000.- +
= Rp. 237.500.-

• Tenaga kerja
- 6 orang tenaga kerja dan 1 tenaga administrasi.
1 gaji tenaga kerja : 600.000/bulan X 7 orang = Rp. 4.200.000.-
• Administrasi dan Umum
- Biaya iklan = Rp 1.000.000.-
- Sewa kendaraan 1 bulan = Rp 3.000.000.-
- Biaya lain-lain = Rp 500.000.-
= Rp. 4.500.000.-

C. Pengelompokan Investasi dan Modal Kerja
• Investasi
- Mesin Produksi = Rp. 16.500.000.-
- Peralatan Produksi = Rp. 2.496.000.-
- Perizinan Usaha = Rp. 2.000.000.-+
= Rp. 20.966.000.-
• Modal Kerja
- Bahan baku utama = Rp. 180.000.-
- Bahan baku tambahan = Rp. 237.500.-
- Tenaga Kerja = Rp. 4.200.000.-
- Administrasi dan Umum = Rp. 4.500.000.-+
= Rp. 9.117.500.-
• Modal Usaha
- Modal Sendiri = Rp. 10.000.000.-
- Modal investor keluarga = RP. 20.000.000.-

INVESTASI + MODAL KERJA
Rp 20.966.000 + Rp 9.117.500 = Rp 30.083.500.- (MODAL USAHA)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar